Bunga Zainal Jadi Korban Penipuan Rp 6,2 Miliar, Sidang Ditunda Karena Terdakwa “Ogah” Muncul Langsung?



Sidang Pertama, Tapi Terdakwa Hanya Nongol Lewat Layar

Ada perkembangan baru dari kasus penipuan yang menjerat aktris Bunga Zainal sebagai korban. Sidang perdana yang seharusnya membacakan dakwaan terhadap dua terdakwa berinisial AAACD dan SSFS justru harus ditunda. Alasannya? Para terdakwa hanya muncul lewat sambungan daring dari rumah tahanan, bukan hadir langsung di ruang sidang.

Buat yang mengikuti kasus ini sejak awal, pasti tahu betapa seriusnya dugaan penipuan yang menimpa Bunga. Bayangkan saja, kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp 6,2 miliar! Dan sampai saat ini, Bunga belum sekalipun bertemu langsung dengan pelaku yang diduga telah menipunya.

Hakim Tegas: “Mereka Harus Hadir!”

Dalam sidang yang digelar Selasa, 27 Mei 2025, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan selama satu minggu. Keputusan ini diambil karena hakim ingin para terdakwa hadir secara fisik di ruang sidang, bukan hanya via layar monitor.

"Persidangan ditunda satu minggu karena hakim menginginkan terdakwa hadir langsung," jelas kuasa hukum Bunga, Muhammad Zaky Rabbani, kepada awak media.

Hal ini cukup mengejutkan, karena biasanya sidang daring masih bisa diterima dalam situasi tertentu. Tapi dalam kasus ini, karena kedua terdakwa tak punya kuasa hukum, kehadiran mereka secara langsung dianggap penting untuk kelancaran persidangan.

Bunga Tak Hadir, Tapi Siap Maju di Sidang Berikutnya

Sayangnya, Bunga Zainal tak bisa hadir dalam sidang kali ini karena alasan keluarga. Tapi tenang saja, kuasa hukumnya memastikan bahwa sang aktris akan datang langsung saat sidang memasuki agenda keterangan saksi, di mana Bunga akan bersaksi sendiri sebagai korban utama.

Jadwal sidang lanjutan sudah ditetapkan, yaitu pada 3 Juni 2025, dengan catatan semua pihak, termasuk para terdakwa, wajib datang lebih pagi dan secara langsung. Ini akan jadi momen pertama kalinya Bunga berhadapan langsung dengan para pelaku yang diduga telah mengelabui dan merugikannya secara besar-besaran.

Modus Lama, Nilai Kerugian Fantastis

Kasus ini sendiri bermula dari laporan yang diajukan Bunga pada Agustus 2024. Ia diduga terjebak dalam investasi fiktif yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Modus yang sayangnya masih sering menjebak korban—bahkan selebritas sekalipun—karena dibalut dengan janji keuntungan besar dan presentasi yang meyakinkan.

Nilai kerugian? Tak main-main. Rp 6,2 miliar. Bunga, yang selama ini dikenal sebagai artis yang jarang terseret kontroversi, tiba-tiba muncul ke permukaan dalam posisi sebagai korban dari skema penipuan.

Banyak yang Bertanya-Tanya: Kok Bisa?

Tak sedikit yang bertanya, bagaimana bisa Bunga Zainal yang dikenal berhati-hati bisa sampai terjerumus ke investasi abal-abal seperti ini? Tapi di sisi lain, ini juga jadi pengingat bahwa siapapun bisa jadi korban—bahkan figur publik sekalipun.

Apakah Bunga akan berhasil mendapatkan keadilan? Akankah para terdakwa mengakui perbuatannya di persidangan? Dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini?

Semua masih misteri, tapi satu yang pasti: sidang pekan depan akan jadi titik krusial yang bisa membuka tabir kasus ini lebih jauh. Kita tunggu saja, dan semoga keadilan berpihak pada yang benar.

Previous Post Next Post